Program pelatihan ISO 14064 dan training emisi karbon untuk membantu peserta memahami, menghitung, membangun, menerapkan, dan mengevaluasi pengelolaan emisi karbon dan gas rumah kaca (GHG) secara sistematis.
Ini sudah menjadi bagian dari cara organisasi mengukur kinerja, mengelola risiko, meningkatkan efisiensi, merancang proyek, dan menjawab kebutuhan pemangku kepentingan.
Ketika semakin banyak organisasi bergerak menuju ekonomi yang lebih rendah karbon, kebutuhan terhadap orang yang memahami data emisi karbon juga ikut berkembang — bukan hanya paham istilah sustainability, tetapi mampu membaca activity data, memahami sumber emisi, menghitung CO₂e, mendokumentasikan asumsi, menyusun GHG inventory, memahami GHG project, dan menilai kualitas evidence.
Di sinilah green skill menjadi penting. ILO menekankan pentingnya pengembangan keterampilan untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan (ILO, 2026). World Economic Forum (2025) memperkirakan transisi hijau dapat menghasilkan pertumbuhan bersih sekitar 9,6 juta pekerjaan secara global hingga 2030.
Program pelatihan ISO 14064 dan training emisi karbon ini dirancang untuk menjembatani isu karbon dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja — dari memahami konsep, menguasai data, membangun GHG inventory, mengembangkan GHG project, sampai memahami verification dan validation.
Menjadi program pengembangan kompetensi GHG dan carbon management yang membangun kemampuan peserta dari pemahaman dasar hingga penerapan profesional berbasis data, evidence, dan standar ISO 14064.
Jalur Professional menggunakan logika Build → Apply → Assure. Jalur Student dibangun progresif dari Level 1 hingga Level 3.
Boundary, sumber emisi, activity data, emission factor, calculation, reporting.
Project boundary, SSR, baseline, quantification, monitoring, reporting.
Evaluasi GHG statement / project claim berdasarkan criteria dan evidence.
Konsep GHG, CO2e, scope, boundary, dan dasar inventory.
Project, baseline, quantification, monitoring, dan reporting.
Assurance thinking, evidence, risk, materiality, findings, conclusion.
Belajar menggunakan situasi yang menyerupai kondisi pekerjaan.
Peserta mengerjakan latihan dan studi kasus, bukan hanya membaca materi.
Peserta menggunakan template dan worksheet untuk membangun hasil kerja.
Angka, asumsi, metode, dan keputusan dilatih agar dapat ditelusuri.
Peserta belajar melihat risiko, data gap, kualitas evidence, dan kebutuhan eskalasi.
Peserta kelas Professional memperoleh sertifikasi dari Cognicert Limited, United Kingdom, sesuai skema dan persyaratan sertifikasi yang berlaku. Untuk kelas Student, tersedia ujian kelulusan non-sertifikasi sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Pilih jalur Student atau Professional sesuai pengalaman dan kebutuhan Anda.